Penggunaan Terus Menurun

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Yahoo merencanakan tutup komunitas dialog atau mailing daftar, Yahoo Grups di 15 Desember. Pemakaian service berumur nyaris 20 tahun ini selalu turun, hingga ditetapkan untuk ditutup.

Verizon, perusahaan yang beli Yahoo di 2017 memberitahukan keputusan itu di Senin lalu (12/10) lewat e-mail ke pemakai. Disamping itu, mereka kirim pesan yang diupload di website Yahoo Grups.

Perusahaan telekomunikasi itu tidak merencanakan untuk hidupkan kembali lagi Yahoo Grups. Ini sebab, “pengurangan pemakaian yang konstan sepanjang tahun-tahun ini,” kata Verizon diambil Zdnet, tempo hari (13/10).

Penutupan Yahoo Grups dilaksanakan dalam 2 step. Di Oktober 2019, perusahaan memberitahukan jika pemakai tidak bisa membuat content baru atau dialog di service itu.

Website Yahoo Grups terus ada, tapi seluruhnya group khalayak dibikin private atau terbatas. Sedang anggota baru group perlu minta undangan admin.

Di Desember kelak, service itu betul-betul tutup. Pemakai bahkan juga tidak bisa membuat group baru semenjak tempo hari.

Cuman peranan e-mail yang akan didiamkan aktif sekarang ini, serta akan disetop sesudah 15 Desember.

Walau demikian, Yahoo Grups memiliki nasib sama juga dengan Yahoo Messenger yang disuntik mati di Juli 2018 kemarin. Walau sebenarnya, Yahoo Messenger sempat jadi jagoan pemakai internet di eranya.

Yahoo! Messenger adalah cikal akan service pesan instant berbasiskan data, jauuh sebelumnya ada WhatsApp, Telegram, serta LINE.

Sesudah menghentikan Yahoo Messenger, Yahoo meneruskan uji coba dengan service serta aplikasi perpesanan terkini yaitu Yahoo Squirrel. Pemakai aplikasi pesan instant istimewa itu cuman dapat masuk ke group atau chatroom spesifik lewat undangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *