OJK Soroti Sisi Keamanan

Transaksi bisnis memakai service digital naik waktu wabah corona. Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) menyorot efek keamanannya, mengingat literasi keuangan serta digital di Indonesia masih rendah.

Kenaikan itu searah dengan inklusi keuangan yang capai 76,19%, jauh melewati literasinya yang cuman 38,03%. “Sekitar 97% transaksi bisnis perbankan dilaksanakan di luar kantor,” tutur ia.

Berdasar Ketentuan Presiden Nomor 82 Tahun 2016, inklusi ialah tiap anggota warga yang memiliki akses pada beberapa service keuangan. Sedang literasi adalah pengetahuan, ketrampilan, serta kepercayaan yang mengubah sikap serta sikap dalam memutuskan serta mengurus keuangan.

Inklusi yang jauh melewati literasinya itu memperlihatkan jika pandangan beberapa pemakai service keuangan minim.

Karena itu, OJK memfokuskan perhatian di efek keamanan cyber, diantaranya malware. Ini adalah piranti lunak (software) jahat yang sanggup menyelinap serta menggantikan piranti.

Berdasar data Toronto Centre 2019, ada 350 ribu malware yang ditebar oleh aktor kejahatan cyber sehari-harinya. Sebagian besar diantar lewat e-mail.

Selanjutnya phising jadi modus yang terbanyak dipakai oleh aktor. Lalu gempuran menggunakan software Distributed Denial of Servis (DDoS) yang mempunyai tujuan melumpuhkan server korban. DDoS banjiri jaringan korban dengan volume jalan raya data palsu yang tinggi sekali.

Dari bermacam modus itu, aktor membidik data personal korban agar masuk di account keuangan. “Oleh karenanya, OJK memiliki inisiatif tingkatkan literasi customer awareness,” kata Direktur Group Pengembangan Keuangan Digital OJK Dino Milano Siregar.

Regulator teratur mengadakan edukasi, termasuk juga berkaitan transaksi bisnis digital. “Persenjatai diri supaya tidak terserang dengan cyber,” tutur ia.

Salah satunya perusahaan yang menyorot keamanan cyber di skema yaitu Gojek. Head of Corporate Affairs GoPay Winny Triswandhani akui terus memitigasi efek gempuran lewat beberapa program.

Diantaranya, JAGA yaitu program edukasi ke pemakai lewat saluran sosial media serta aplikasi. Perusahaan mendidik partner pengemudi serta penjual lewat aplikasi serta menggamit komune.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *